Halal Jadi Topik Utama Dalam Pertemuan Negara Serumpun

Filed under: Uncategorized — asepsy at 1:54 pm on Wednesday, May 9, 2012

Jakarta – Indonesia dan negara serumpun lainnya aktif mengadakan forum diskusi mengenai kehalalan. Seperti pertemuan teknis yang berlangsung di Malaysia tanggal 24-25 April 2012 yang dihadiri perwakilan negara anggota MABIMS.

MABIMS adalah sebuah bentuk kesepakatan negara-negara serantau yang bergerak atas dasar keagamaan. Nama MABIMS merupakan singkatan dari ‘Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura’, yang rutin mengadakan pertemuan tahunan tidak resmi antara para menteri agama dari negara-negara serumpun.

Pertemuan di akhir bulan April tersebut merupakan pertemuan lanjutan, setelah 13-14 Oktober 2010 lalu diadakan pertemuan serupa di Lombok. Berkumpulnya anggota MABIMS juga bertujuan untuk menjaga silaturahmi dan hubungan baik antar negara.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari negara masing-masing. Delegasi dari Indonesia yang hadir yaitu Kepala Sub Direktorat Produk Halal Kementrian Agama, Dr. Mukhtar Ali, Direktur LPPOM MUI, Ir. Lukmanul Hakim, Msi dan Wakil Direktur III LPPOM MUI, Ir. Sumunar Jati.

Pertemuan juga dilaksanakan untuk membahas isu-isu halal terkini di antara anggota MABIMS. Selain itu, tujuannya juga untuk membangun koordinasi antar anggota MABIMS dalam hal kegiatan sertifikasi halal agar pertumbuhan halal dunia bisa makin berkembang dengan pengakuan sertifikasi halal antar negara anggota MABIMS.

Dari pertemuan tersebut juga dihasilkan beberapa rekomendasi, salah satunya adalah kegiatan Mutual Halal Recognition dengan mengadakan workshop di Indonesia pada bulan Juli 2012 mendatang. Negara Malaysia mengusulkan jika workshop ini dilaksanakan di kota Bogor.

Nantinya hasil workshop mengenai kerja sama teknis dalam Mutual Halal Recognition dapat diusulkan dalam salah satu agenda kegiatan Senior Official Meeting (SOM) yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 14-15 Oktober 2012 di Singapura.

Tempe Juga Bisa Tercemar Bakteri Salmonella

Filed under: Uncategorized — asepsy at 1:49 pm on Wednesday, May 9, 2012

Jakarta – Makanan tradisional khas Indonesia ini terbuat dari biji kedelai. Setelah melalui proses fermentasi menjadi bahan makanan. Namun Anda juga perlu berhati-hati, karena tempe juga bisa tercemar bakteri salmonella.

Produk olahan kacang kedelai ini rasanya enak dan kaya nutrisi. Menurut sebuah laporan dari Food Safety News, wabah salmonella pada tempe meningkat menjadi 60 persen. Wabah salmonella ini berjenis Paratyphyi B, yang dapat menyebabkan gejala yang parah, bahkan hingga dirawat di rumah sakit.

Sebuah perusahaan lokal di Asheville, NC, USA, yang memproduksi tempe. Ternyata hasil produksinya positif terkena wabah salmonella Paratyphyi B. Kini tercatat sebanyak tujuh orang telah dirawat dirumah sakit, akibat wabah itu.

Para peneliti juga percaya bahwa bahan yang digunakan untuk membuat tempe, dibeli dari distributor di Maryland. Lebih dari 30 toko dan restoran yang berada disekitar Asheville, memasok tempe dari Smiling Hara.

Penyidik juga mengatakan, kontaminasi silang kemungkinan terjadi saat proses pembuatan tempe berlangsung. Direktur kesehatan Buncombe Country, bernama Gibbie Harris menyatakan bahwa, beberapa orang baru mungkin akan muak saat mengetahui bakteri yang terkandung pada makanannya.

“Sejumlah pihak yang terkena dampak ini sudah teratasi pada akhir pekan lalu, meskipun hasil diagnosa akibat wabah ini semakin meningkat.” tambah Harris. Kini perusahaan tersebut telah menarik semua produk tempe yang dibuat pada tanggal 11 Januari dan 11 April 2012, dengan batas akhir kualitas atau kadaluarsa pada tanggal 11 Juli hingga 25 Oktober 2012.

Hello world!

Filed under: Uncategorized — asepsy at 1:29 am on Tuesday, May 18, 2010

Welcome to Personal Web Dosen IPB. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!